archivee

Jumat, 12 April 2013

TABLET



a. Tablet adalah sediaan padat, dibuat secara kempa-cetak, berbentuk rata atau cembung-rangkap, umumnya bulat, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. (Moh. Anief)
b.      Tablet merupakan obat yang diberikan melalui mulut berbentuk padat dan terdapat ukuran yang tepat dari dosis lazim. (Buku Teori dan Praktek Farmasi Industri)
c.       Tablet adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih zat aktif  dengan atau tanpa  berbagai zat tambahan, berbentuk rata atau cembung rangkap umumnya bulat.
d.      Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifikasikan sebagai tablet atau tablet kompresi.(USP 26, Hal 2406)
e.       Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. (FI IV, Hal 4)
f.        Tablet merupakan bahan obat dalam bentuk sediaan padat yang biasanya dibuat dengan penambahan bahan tambahan farmasetika yang sesuai.(ANSEL, Hal 244)
g.      Tablet adalah bentuk sediaan solid yang mengandung satu atau lebih zat aktif dengan atau tanpa berbagai eksipien (yang meningkatkan mutu sediaan tablet, kelancaran sifat aliran bebas, sifat kohesivitas, kecepatan disintegrasi, dan sifat antilekat) dan dibuat dengan mengempa campuran serbuk dalam mesin tablet. (Teknologi Farmasi Sediaan Tablet, Hal 1)
2.2 Penggolongan Tablet
Jenis dan penggolongan tablet
1. Jenis dan Golongan tablet





Tablet oral untuk dimakan
Tablet kempa atau tablet kempa standart
Tablet kempa lapis ganda
             Tablet berlapis
             Tablet kempa yang bersalut
Tablet dengan aksi berulang
Tablet dengan aksi diperlama dan tablet salut enterik
Tablet salut gula dan tablet salut cokelat
Tablet salut lapis tipis
Tablet kunyah

Tablet yang dipergunakan dalam rongga mulut
Tablet buccal
Tablet sublingual
Troche atau lozenges
Dental cones
Tablet yang diberikan dengan rute lain
Tablet implantasi
Tablet vaginal

Tablet yang dipergunakan untuk membuat larutan
Tablet effervescent
Tablet dispensing
Tablet hipodermik
Tablet yg diremukkan ( Tablet triturat )

a.       Tablet oral untuk dimakan
·      Tablet kempa langsung atau tablet kempa standart. 
   Menunjukkan bahwa tablet yang tidak disalut standar dibuat dengan pencetakan dan menggunakan salah satu dari ketiga metode dasar dari pembuatan tablet yaitu granulasi basah, pencetakan ganda, atau pencetakan langsung. Tablet pada kategori ini biasanya dikehendaki untuk memberikan disintegrasi dan pelepasan obat yang cepat. Kebanyakan tablet jenis ini mengandung obat yang diharapkan berefek lokal dalam saluran cerna. Misalnya : adsorben dan antasida
·         Tablet kempa ganda
Dibagi menjadi dua yaitu tablet berlapis dan tablet yang disalut dengan pengempaan. Kedua jenis tablet ini merupakan sistem dua komponen atau tiga komponen, kedua jenis tablet ini biasanya mengalami pengempaan ringan sambil setiap komponen diletakkan, dengan pencetak utama pada akhirnya menjadi satu.
Tablet dalam kategori ini biasanya dibuat untuk salah satu dari dua alasan yaitu : untuk memisahkan secara fisika dan kimia bahan-bahan yang tidak mudah bercampur, atau untuk menghasilkan produk dengan kerja ulang atau produk dengan kerja yang diperpanjang.
·           Tablet dengan kerja berulang
Cara kerja dari tablet dengan kerja berulang, dan batasan-batasan berdasarkan pada pengosongan lambung yang tidak dapat dikontrol dan tidak dapat diramalkan.
·           Tablet aksi diperlama dan tablet salut enteric
Bentuk sediaan tablet aksi diperlma dimaksudkan untuk melepas obat sesuadah penundaan beberapa lama, atau setelah tablet melalui satu bagian saluran cerna ke bagian lainnya. Semua tablet salut enterik ( yang tetap utuh dilambung, tetapi dengan cepat melepas diusus bagian atas ) merupakan tipe tablet aksi diperlama. Pada penerapannya obat untuk manusia, suatu produk bisa didesign melewati lambung dalam keadaan utuh, kemudian melepaskan zat aktif perlahan-lahan selama beberapa jam atau lebih lama dalam usus halus.\
Spesifikasi farmakope untuk tablet salut enterik ialah bahwa semua dari 6 tablet yang diperiksa dalam tabung alat disintegrasi USP (dengan menggunakan lempeng-lempeng) tetap utuh setelah dibiarkan 30 menit dalam cairan lambung buatan pada 370C ± 20 C dan kemudian hancur dalam waktu yg ditentukan untuk monografinya, ±30 menit. Jika satu atau 2 tablet gagal hancur sempurna dalam cairan usus itu, uji diulang dengan menggunakan 12 tablet tambahan tidak kurang dari 16 dari total 18 tablet yang diperiksa harus hancur dengan sempurna.
·           Tablet salut gula dan tablet salut coklat
Pada mulanya salut gula menambah berat tablet menjadi dua kali lipat. Saat ini, polimer-polimer yang larut dalam air sering dicampur dalam larutan gulanya, dikerjakan dengan penyalutan yang mempunyai penyemprot otomatis dan menggunakan panci penyalut dengan sisi yang  berlubang dengan efisiensi pengeringan yang tinggi. Hasil yang diperoleh berupa salut yang lebih elastis dan secara  mekanik stabil dengan berat larutan kira-kira 50% atau kurang dari berat inti tablet.
·           Tablet bersalut lapisan tipis
Komposisi penyalut lapis tipis yang pertama digunakan adalah satu atau lebuh polimer yang biasanya sudah mengandung bahan pembentuk plastik untuk polimer itu dan  mungkin suatu surfaktan untuk memudahkan pembagian partikel, semua diberikan ketablet dalam larutan dari pelarut organik. Prosedur penyalutan dengan penyemprotan tanpa udara merupakan jenis yang dipakai untuk komposisi penyalutan lapis tipis, yang menggunakan panci penyalut konvensional atau peralatan dengan lubang pada sisinya.
·           Tablet kunyah
Dimaksudkan untuk dikunyah dimulut sebelum ditelan dan bukan untuk ditelan utuh. Tujuan dari tablet kunyah adalah untuk memberikan suatu bentuk pengobatan yang dapat diberikan dengan mudah kepada anak-anak atau orang dewasa yang mungkin sukar menelan obat utuh. 



Asam mefenamat merupakan analgesic golongan NSAIDs. NSAIDs ini berkhasiat sebagai analgesic, antipiretik, dan anti radang yang digunakan untuk menghilangkan gejala penyakit rema.
Mekanisme kerja NSAIDs ini untuk sebagian besar berdasarkan hambatan sintesa prostaglandin, dimana kedua jenis cyclooxygenase diblokir. NSAIDs ideal hendaknya hanya menghambat COX-2 (peradangan) dan tidak menghambat COX-1 ( perlindungan mukosa lambung), lagi pula menghambat lipooxygenase (pembentukan leukotrien).
Asam mefenamat ini berkhasiat sebagai anti radang agak kuat, tapi kurang efektif pada gangguan  rematik.

Evaluasi Tablet
Pengujian  Granul :
1.      Uji waktu alir
-          Memasukkan granul dalam corong (150g)
-          Tutup bagian bawah corong
-          Nyalakan stopwatch
-          Lepas tutup pada bagian bawah corong
-          Catat waktu yang ditempuh granul melewati corong (waktu alir tidak lebih   dari 10 detik)
2.      Uji pembentukan sudut
-          Granul yang telah melewati corong akan membentuk gundukan seperti gunung
-          Ukur tinggi tumpukan granul (h)
-          Ukur jari-jari tumpukan granul (r)
-          Hitung besar sudut yang dibentuk dengan rumus

Tan α = h
              R
3.      Uji kompresibilitas / kemampatan
-          Masukkan granul dalam gelas ukur
-          Ukur tinggi awal dari granul
-          Ketuk gelas ukur sampai tidak terjadi perubahan tinggi
-          Ukur tinggi akhir dari granul
-          Hitung prosentase nilai kemampatannya dari selisih tinggi akhir dan awal
-          Kompresibilitas =  x 100 %
-          Vo = Volume awal granul
-          Vi = Volume granul setelah diketukkan
-          Tabel 2.1 Kompressibilitas dan daya alir. (Lachman, 1989: 400)
% Kompressibilitas
Daya Alir
5-15
12-16
18-21
23-35
33-38
>40
Baik sekali
Baik
Sedang- dapat lewat
buruk
sangat buruk
sangat buruk sekali




·         Pengujian mutu fisik tablet :
1.      Uji keseragaman bobot
-          Diambil 20 butir tablet
-          Ditimbang satu per satu
-          Dihitung bobot rata-rata tablet
2.      Uji kekerasan
-          Diambil 5 tablet
-          Tablet diletakkan ditengah dan tegak lurus dengan plan penekan hardness tester
-          Atur skala pada skala 0 setelah itu putar pelan-pelan sampai tablet pecah
3.      Uji waktu hancur
-          Diambil 6 tablet
-          Diambil kira-kira 1,5 L air,panaskan pada suhu 370 C selama 15 menit
-          Dimasukkan masing-masing tablet pada alat disintegrator
-          Dimasukkan pada air yang telah dipanaskan
-          Amati dan catat waktu sampai semua tablet pada tabung disintegrator terlarut sempurna
4.      Uji kerapuhan
-          Ditimbang 20 tablet bersama-sama masukkan dalam alat friabilator
-          Tunngu samapai 100 putaran
-          Diambil tablet, kemudian ditimbang
-          Hitung kerapuhan tablet
5.      Uji keseragaman ukuran
-          Diambil 10 tablet
-          Hitung diameter dan ketebalan dari masing-masing tablet dengan menggunakan jangka sorong
-          Catat hasilnya

NSAID
 Obat antiinflamasi (anti radang) non steroid, atau yang lebih dikenal dengan sebutan NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs) adalah suatu golongan obat yang memiliki khasiat analgesik (pereda nyeri), antipiretik (penurun panas), dan antiinflamasi (anti radang). Istilah "non steroid" digunakan untuk membedakan jenis obat-obatan ini dengan steroid, yang juga memiliki khasiat serupa. NSAID bukan tergolong obat-obatan jenis narkotika.
Mekanisme kerja NSAID didasarkan atas penghambatan isoenzim COX-1 (cyclooxygenase-1) dan COX-2 (cyclooxygenase-2). Enzim cyclooxygenase ini berperan dalam memacu pembentukan prostaglandin dan tromboksan dari arachidonic acid. Prostaglandin merupakan molekul pembawa pesan pada proses inflamasi (radang).
 
NSAID dibagi lagi menjadi beberapa golongan, yaitu golongan salisilat (diantaranya aspirin/asam asetilsalisilat, metil salisilat, magnesium salisilat, salisil salisilat, dan salisilamid), golongan asam arilalkanoat (diantaranya diklofenak, indometasin, proglumetasin, dan oksametasin), golongan profen/asam 2-arilpropionat (diantaranya ibuprofen, alminoprofen, fenbufen, indoprofen, naproxen, dan ketorolac), golongan asam fenamat/asam N-arilantranilat (diantaranya asam mefenamat, asam flufenamat, dan asam tolfenamat), golongan turunan pirazolidin (diantaranya fenilbutazon, ampiron, metamizol, dan fenazon), golongan oksikam (diantaranya piroksikam, dan meloksikam), golongan penghambat COX-2 (celecoxib, lumiracoxib), golongan sulfonanilida (nimesulide), serta golongan lain (licofelone dan asam lemak omega 3).
Parasetamol (asetaminofen) seringkali dikelompokkan sebagai NSAID, walaupun sebenarnya parasetamol tidak tergolong jenis obat-obatan ini, dan juga tidak pula memiliki khasiat anti nyeri yang nyata.
Penggunaan NSAID yaitu untuk penanganan kondisi akut dan kronis dimana terdapat kehadiran rasa nyeri dan radang. Walaupun demikian berbagai penelitian sedang dilakukan untuk mengetahui kemungkinan obat-obatan ini dapat digunakan untuk penanganan penyakit lainnya seperti colorectal cancer, dan penyakit kardiovaskular.
Secara umum, NSAID diindikasikan untuk merawat gejala penyakit berikut: rheumatoid arthritis, osteoarthritis, encok akut, nyeri haid, migrain dan sakit kepala, nyeri setelah operasi, nyeri ringan hingga sedang pada luka jaringan, demam, ileus, dan renal colic.
Sebagian besar NSAID adalah asam lemah, dengan pKa 3-5, diserap baik pada lambung dan usus halus. NSAID juga terikat dengan baik pada protein plasma (lebih dari 95%), pada umumnya dengan albumin. Hal ini menyebabkan volume distribusinya bergantung pada volume plasma. NSAID termetabolisme di hati oleh proses oksidasi dan konjugasi sehingga menjadi zat metabolit yang tidak aktif, dan dikeluarkan melalui urin atau cairan empedu.
NSAID merupakan golongan obat yang relatif aman, namun ada 2 macam efek samping utama yang ditimbulkannya, yaitu efek samping pada saluran pencernaan (mual, muntah, diare, pendarahan lambung, dan dispepsia) serta efek samping pada ginjal (penahanan garam dan cairan, dan hipertensi). Efek samping ini tergantung pada dosis yang digunakan.
Obat ini tidak disarankan untuk digunakan oleh wanita hamil, terutama pada trimester ketiga. Namun parasetamol dianggap aman digunakan oleh wanita hamil namun harus diminum sesuai aturan karena dosis tinggi dapat menyebabkan keracunan hati.

0 komentar:

Poskan Komentar